Ramadan Menjadi Momentum Memperkuat Nilai Kebersamaan dan Empati
Palangka Raya, 25 Februari 2026 – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Pembinaan Pendidikan Karakter pasca libur awal puasa, SMAN 4 Palangka Raya mengangkat tema toleransi dan kepedulian sosial sebagai fokus utama pembinaan di kelas.
Kegiatan diawali dengan refleksi bersama yang dipandu oleh wali kelas. Peserta didik diajak memahami pentingnya menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, serta menumbuhkan empati terhadap sesama, terutama di lingkungan sekolah yang beragam.

Bagi siswa yang beragama Islam, refleksi diarahkan pada makna puasa sebagai sarana memperkuat kepedulian terhadap orang lain dan meningkatkan akhlak mulia. Sementara itu, siswa yang beragama non-Islam melaksanakan pendidikan karakter sesuai keyakinan masing-masing dengan pendampingan guru, melalui penguatan nilai kasih, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati.
Dalam proses pembelajaran, guru mengintegrasikan nilai toleransi melalui diskusi kelompok dan studi kasus sederhana tentang kehidupan bermasyarakat. Siswa tampak aktif menyampaikan pendapat dan menunjukkan sikap saling menghargai dalam setiap interaksi.
Kepala SMAN 4 Palangka Raya, Sudiro, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. “Sekolah harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik untuk tumbuh, belajar, dan berkembang tanpa membedakan latar belakang,” ungkap beliau.
Suasana kegiatan hari ketiga berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Dokumentasi kegiatan telah dihimpun sebagai bagian dari laporan perkembangan harian pembinaan karakter selama bulan Ramadan.
Melalui tema toleransi dan kepedulian sosial ini, diharapkan seluruh peserta didik semakin mampu membangun sikap empati, menghargai perbedaan, serta menjaga harmoni di lingkungan sekolah maupun masyarakat.