PALANGKA RAYA – Pemandangan menyejukkan terlihat setiap pagi di SMAN 4 Palangka Raya. Sebelum buku pelajaran dibuka dan papan tulis terisi, seluruh peserta didik, baik Muslim maupun Non-Muslim, secara serentak melaksanakan kegiatan peningkatan keimanan dan ketakwaan di lingkungan sekolah.
Langkah ini diambil sebagai implementasi nyata dari Pendidikan Karakter, yang menitikberatkan pada keseimbangan antara kecerdasan otak (IQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).

Pelaksanaan yang Inklusif dan Khidmat
Kegiatan ini dilaksanakan secara terorganisir di titik-titik yang telah ditentukan, memastikan setiap siswa mendapatkan ruang untuk beribadah sesuai keyakinannya:
| Kelompok Siswa | Lokasi & Bentuk Kegiatan |
| Siswa Muslim | Berkumpul di Masjid/Mushola atau kelas untuk melaksanakan Tadarus Al-Qur’an, pembacaan Asmaul Husna, dan doa bersama. |
| Siswa Kristen & Katolik | Berkumpul di ruang aula atau kelas khusus untuk melaksanakan Ibadah Pagi, bernyanyi pujian, dan merenungkan firman Tuhan. |
| Siswa Hindu | Melaksanakan doa pagi dan meditasi sesuai tuntunan kitab suci masing-masing di bawah bimbingan guru agama. |
Menanamkan Toleransi Sejak Dini
Kepala SMAN 4 Palangka Raya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal ritual, melainkan juga tentang moderasi beragama.
“Kita ingin menunjukkan bahwa di SMAN 4 Palangka Raya, perbedaan keyakinan bukan pembatas. Saat siswa Muslim mengaji dan siswa Non-Muslim berdoa, di situlah tumbuh rasa saling menghormati. Mereka belajar bahwa ilmu pengetahuan harus selalu dibarengi dengan iman yang kuat,” tuturnya.
Manfaat Bagi Lingkungan Sekolah
Program “Imtaq Pagi” ini membawa dampak signifikan terhadap iklim belajar di sekolah:
- Kedisiplinan: Siswa terbiasa hadir lebih awal agar tidak tertinggal momen ibadah.
- Ketenangan Batin: Suasana sekolah menjadi lebih tenang dan kondusif sebelum jam pelajaran pertama dimulai.
- Karakter Mulia: Menekan angka perundungan (bullying) karena siswa diajarkan nilai-nilai kasih sayang dan persaudaraan antarmanusia.
“Meskipun kami berdoa dengan cara yang berbeda, tujuannya sama: memohon kelancaran dalam menuntut ilmu. Ini membuat kami merasa seperti keluarga besar,”
Dengan konsistensi ini, SMAN 4 Palangka Raya membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjadi wadah persemaian karakter yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.